Pengertian Plot, Struktur, Kaidah, Fungsi, hingga Jenisnya

Pengertian Plot, Struktur, Kaidah, Fungsi, hingga Jenisnya

Pernahkah kamu terhanyut dalam sebuah cerita, tak bisa melepaskan diri dari setiap halamannya? Merasakan air mata yang menetes saat menyaksikan kisah cinta yang tragis? Inilah pentingnya memahami pengertian plot.

Di balik keajaiban cerita yang mampu membangkitkan emosi dan imajinasi ini, plot memiliki peran penting. Tanpa plot, cerita akan terasa hampa dan kehilangan arah. Dalam artikel ini, mari kita selami lebih dalam dunia plot!

Pengertian Plot

Plot cerita menjadi tulang punggung dari setiap karya sastra, baik itu novel, cerpen, drama, atau film.

Unsur ini adalah serangkaian peristiwa yang disusun secara sistematis untuk mengembangkan cerita, mempertahankan ketertarikan pembaca, dan mengarahkannya menuju klimaks dan penyelesaian.

Foster menjelaskan bahwa alur cerita adalah urutan peristiwa dalam cerita pendek dan novel fiksi, yang disusun berdasarkan waktu dan prinsip sebab akibat. Ini mencerminkan struktur cerita secara keseluruhan.

Sementara Staton berpendapat, alur cerita atau plot adalah urutan kejadian dalam sebuah cerita. Namun, ia menekankan bahwa setiap kejadian dalam cerita tersebut terhubung melalui sebab-akibat, baik sebagai pemicu maupun hasil dari peristiwa lainnya.

Jadi, plot atau yang biasa disebut alur cerita merupakan urutan peristiwa yang terhubung secara logis dan kronologis dalam sebuah karya fiksi. 

Peristiwa-peristiwa ini dijalin dengan tujuan untuk menciptakan narasi yang menarik, membangun ketegangan, serta membawa pembaca pada klimaks dan resolusi cerita.

Struktur Plot

Struktur plot adalah kerangka dasar yang pengarang gunakan untuk mengorganisir cerita. Unsur intrinsik yang satu ini adalah fondasi yang memberikan arah dan kejelasan pada alur cerita. Simak tahapan-tahapan utama dalam struktur plot, dari pengenalan karakter hingga penyelesaian yang memuaskan di bawah ini!

1. Orientasi atau Pengenalan Tokoh

Tahap pertama dalam struktur plot adalah orientasi atau pengenalan tokoh. Di sini, pembaca diperkenalkan pada karakter-karakter utama, latar tempat, dan suasana cerita. 

Tujuan dari tahap ini untuk memperkenalkan pembaca pada dunia cerita dan membangun dasar untuk peristiwa-peristiwa yang akan datang. 

2. Permulaan Konflik

Setelah pengenalan karakter, cerita masuk ke tahap permulaan konflik. Pada tahap ini, konflik atau tantangan utama diperkenalkan. Konflik adalah hal yang membuat cerita menarik dan mendorong karakter untuk bertindak.

Misalnya dalam novel Perahu Kertas karya Dee Lestari, permulaan konflik terjadi ketika Kugy bertemu dengan seorang pria misterius bernama Keenan. Pertemuan ini mengawali serangkaian peristiwa yang mengubah arah hidup Kugy dan menyebabkan konflik dalam cerita.

3. Klimaks atau Puncak Konflik

Tahap klimaks adalah titik tertinggi dari ketegangan dalam cerita. Klimaks menjadi momen saat konflik mencapai puncaknya dan karakter utama dihadapkan pada keputusan atau pertempuran krusial yang akan menentukan nasib mereka.

Sebagai contoh, kamu bisa melihat novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Klimaks terjadi ketika Zainuddin menyadari bahwa cinta pertamanya, (Hayati) telah menikah dengan laki-laki lain. 

Momen tersebut merupakan momen puncak ketegangan karena Zainuddin dihadapkan pada keputusan sulit.

4. Konflik Mereda atau Anti Klimaks

Setelah klimaks, cerita melangkah ke tahap konflik mereda atau anti klimaks. Dalam struktur ini, ketegangan mulai mereda dan konflik utama mulai terselesaikan. 

Anti klimaks bisa berupa penurunan ketegangan yang perlahan atau momen ketika karakter utama mulai merasakan akibat dari keputusan yang mereka ambil selama klimaks.

5. Penyelesaian

Tahap terakhir dalam struktur plot adalah penyelesaian. Tahapan ini merupakan bagian saat konflik utama diselesaikan dan semua benang-benang cerita diikat dengan rapi. 

Pembaca diberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah muncul selama cerita. Kemudian, mereka ditinggalkan dengan perasaan penyelesaian yang memuaskan.

Kaidah Plot

Plot dalam sebuah karya sastra tidak hanya tentang urutan peristiwa, tetapi juga tentang bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut tersaji kepada pembaca. Berbagai kaidah plot membantu pengarang menciptakan cerita yang menarik, koheren, dan memuaskan. Pelajadi empat kaidah plot yang penting di bawah ini!

1. Plausibilitas

Plausibilitas mengacu pada kepercayaan pembaca terhadap kejadian yang terjadi dalam cerita. Meskipun karya sastra sering kali menawarkan dunia imajiner, peristiwa dan tindakan karakter haruslah masuk akal dalam konteks cerita tersebut. 

Ketika pembaca merasa bahwa apa yang terjadi masuk akal, mereka akan lebih terlibat dalam cerita.

Contohnya, dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Meskipun cerita berlangsung di masa lalu, pengarang tetap membuat karakter dan peristiwa-peristiwa yang masuk akal dalam konteks sejarah dan budaya pada masa itu.

2. Suspense

Suspense merupakan rasa tegang atau kekhawatiran yang pembaca rasakan terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita. Kaidah ini menciptakan ketegangan yang mempertahankan minat pembaca dan mendorong mereka untuk terus membaca.

kamu bisa melihat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penulis menggunakan suspense dengan mengungkapkan sedikit demi sedikit rahasia-rahasia yang tersembunyi di balik kehidupan Ronggeng-Ronggeng di dukuh Paruk.

Cara tersebut mampu menciptakan ketegangan yang membuat pembaca ingin mengetahui lebih banyak.

3. Surprise

Selanjutnya, ada surprise yang merupakan momen saat pembaca dihadapkan pada peristiwa atau twist yang tidak mereka duga sebelumnya. Kaidah ini menambahkan elemen kejutan dalam cerita, membuatnya lebih menarik dan tak terduga.

Contohnya, dalam cerpen Gelang Kemuning karya Sutan Takdir Alisjahbana. Pembaca dikejutkan dengan plot twist di akhir cerita ketika diketahui bahwa tokoh utama, yang sebelumnya dikira sebagai pahlawan, sebenarnya adalah penjahat.

4. Unity

Unity merujuk pada kesatuan atau keterpaduan antara berbagai elemen dalam cerita, termasuk plot, karakter, tema, dan suasana. Kaidah ini memastikan bahwa semua bagian cerita saling terkait dan mendukung satu sama lain, sehingga menciptakan kesan kesatuan yang kuat.

Sebagai contoh, kamu bisa membaca novel Pulang karya Leila S. Chudori. Dalam novel tersebut, pengarang menjaga kesatuan plot dengan mengaitkan peristiwa-peristiwa sejarah dengan kehidupan para karakter. Akibatnya, dapat menghasilkan cerita yang utuh dan menyentuh.

Fungsi Plot

kamu sudah paham tentang pengertian plot, struktur hingga kaidahnya? Lalu, seberapa penting plot cerita mempengaruhi kesuksesan tulisan kamu? Di bawah ini adalah penjelasan mengenai fungsi plot. Yuk, simak sekarang!

1. Membuat Ketertarikan dan Ketegangan

Salah satu fungsi utama dari plot untuk memikat pembaca dan mempertahankan minat mereka selama perjalanan membaca. Dengan merancang serangkaian peristiwa yang menarik, kamu dapat menciptakan ketegangan yang memungkinkan pembaca merasa penasaran. 

Ketegangan ini memicu rasa tertarik dan keinginan pembaca untuk menyelesaikan membaca karya kamu.

2. Menggambarkan Tema dan Pesan

Plot memainkan peran penting dalam menggambarkan tema dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Melalui konflik, perjuangan, dan resolusi dalam plot, kamu dapat menyoroti ide-ide utama atau nilai-nilai yang ingin mereka sampaikan kepada pembaca. 

Plot yang baik mampu menyatukan elemen-elemen cerita dengan tema yang mendalam. Jadi, pembaca tidak hanya terhibur. Akan tetapi, juga terinspirasi atau terprovokasi untuk berpikir.

3. Membangun Karakter

Plot membantu dalam mengembangkan karakter-karakter dalam karya sastra. Melalui tindakan, reaksi, dan keputusan yang dibuat oleh karakter-karakter dalam cerita, pembaca dapat memahami kepribadian, motivasi, dan perkembangan karakter tersebut. 

Plot yang kuat memberikan kesempatan bagi karakter untuk menghadapi tantangan, mengubah diri, dan tumbuh selama perjalanan cerita.

4. Menyediakan Struktur yang Koheren

Plot memberikan struktur yang koheren bagi sebuah karya sastra. Dengan menyusun peristiwa-peristiwa dalam urutan yang teratur, pengarang dapat memastikan bahwa cerita memiliki alur yang logis dan mudah diikuti oleh pembaca. 

Struktur plot membantu mencegah kekacauan atau kebingungan dalam penyampaian cerita.

5. Menghidupkan Cerita

Tanpa plot yang kuat, sebuah cerita bisa terasa datar dan membosankan. Plot memberikan dinamika dan kehidupan pada cerita, menjadikannya lebih menarik dan menghibur bagi pembaca. 

Keberadaan konflik dapat mendukung plot cerita untuk memicu perasaan, emosi, dan imajinasi pembaca. Dengan begitu, dapat mengundang mereka ke dalam dunia yang diciptakan oleh pengarang.

Jenis Plot

Masih belum puas dengan penjelasan mengenai pengertian plot hingga fungsinya? Sekarang saatnya kamu mempelajari jenis-jenis plot. Tiga jenis plot yang umum adalah alur cerita maju, alur cerita mundur, dan alur cerita campuran. Mari kita lihat lebih dekat masing-masing jenis plot ini!

1. Alur Cerita Maju

Alur cerita maju adalah jenis plot yang paling umum dalam karya sastra. Dalam alur cerita maju, cerita berkembang dari awal ke akhir secara kronologis, dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi sesuai urutan waktu. 

Pengarang menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi secara berurutan, memberikan pembaca gambaran yang jelas tentang bagaimana cerita berkembang.

Contohnya, kamu bisa membaca novel petualangan seperti The Lord of the Rings karya J.R.R. Tolkien. Frodo dan kawan-kawan mengalami serangkaian petualangan yang terjadi secara berurutan, membawa mereka dari Shire hingga ke Mordor.

2. Alur Cerita Mundur

Berbeda dengan alur cerita maju, alur cerita mundur melibatkan pengarangan cerita yang dimulai dari akhir dan mundur ke belakang. Artinya, peristiwa-peristiwa yang terjadi kemudian dalam cerita diceritakan terlebih dahulu, diikuti oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. 

Alur cerita mundur sering digunakan untuk menciptakan ketegangan dan misteri, karena pembaca harus menemukan jawaban atas pertanyaan “mengapa?” dan “bagaimana?” dari setiap kejadian.

Misalnya, dalam film Memento karya Christopher Nolan. Cerita dimulai dengan adegan terakhir dan mundur ke belakang. Kemudian mengungkapkan petunjuk-petunjuk penting tentang karakter utama yang menderita hilang ingatan.

3. Alur Cerita Campuran

Alur cerita campuran, seperti namanya, merupakan kombinasi dari alur cerita maju dan mundur. Dalam jenis plot ini, pengarang memadukan adegan-adegan yang terjadi dalam waktu yang berbeda secara bersamaan. 

Dalam alur campuran, ini bisa berarti penggantian antara flashback (peristiwa masa lalu) dan adegan utama (peristiwa saat ini), atau bisa juga urutan peristiwa yang tidak linier namun masih memiliki hubungan.

Contohnya, novel The Time Traveler’s Wife karya Audrey Niffenegger. Dalam novel tersebut, cerita menggabungkan perjalanan waktu yang kompleks dengan adegan-adegan yang terjadi di masa lalu dan masa kini. Cara ini menciptakan alur cerita yang membingungkan, namun juga mendalam.

Ringkasan

Sudahkah kamu memahami pengertian plot hingga jenis-jenisnya? Plot tidak hanya menyajikan alur cerita, tetapi juga menyampaikan pesan, membangun karakter, dan merangsang imajinasi. Sebuah plot yang kuat adalah kunci untuk menciptakan karya sastra yang mengesankan.

Bagaimana plot kamu memikat pembaca? Bagikan tips dan trik kamu dalam merajut plot yang menarik di kolom komentar! Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada sesama pengarang agar mereka juga dapat mempelajari plot secara maksimal dengan klik share di bawah ini!

Bagikan artikel ini ke teman penulis lain melalui

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Artikel Lainnya

Search
Scroll to Top