Plot Twist: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh dalam Fiksi

Plot Twist Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Pernahkah kamu membaca buku atau menonton film yang membuat kamu ternganga karena alur ceritanya tiba-tiba berubah arah? Kejutan tak terduga inilah yang disebut plot twist

Dalam dunia cerita, plot twist bagaikan bumbu penyedap yang membuat cerita semakin seru dan tak terlupakan. Elemen tak terduga dalam cerita ini, mampu mengguncang emosi pembaca dan membuat mereka terpaku pada cerita.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang apa sebenarnya plot twist, fungsi, jenis, dan beberapa contoh yang legendaris di artikel ini!

Pengertian Plot Twist

Plot twist secara harfiah berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu “plot” dan “twist.” “Plot” berarti alur cerita, sedangkan “twist” memiliki arti melintir atau berputar. Jadi, plot twist bisa kamu artikan sebagai pelintiran alur cerita.

Dalam dunia cerita, plot twist merupakan perubahan tak terduga pada jalannya cerita yang mengejutkan pembaca. Biasanya, plot twist atau pembalikan cerita membuat pembaca harus berpikir ulang tentang apa yang mereka yakini selama ini tentang jalannya cerita.

Fungsi Plot Twist

Apakah kamu sudah memahami pengertian plot twist? Selanjutnya, kamu perlu mengetahui jenis-jenisnya. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

1. Menggugah Emosi yang Intens

Pembalikan cerita adalah pemicu emosi yang kuat dalam karya sastra. Kejutan plot tersebut memicu reaksi yang beragam, mulai dari kejutan, kepuasan, atau kekecewaan.

Ketika pembaca menemui plot twist, mereka merasakan gelombang emosi yang mendalam. 

Kondisi ini adalah momen saat hubungan antara pembaca dengan karya tersebut mencapai puncaknya. Dengan memainkan emosi pembaca, plot twist menjadikan kisah lebih hidup.

2. Menjaga Ketegangan dalam Alur Cerita

Salah satu fungsi utama dari pembalikan plot adalah menjaga ketegangan dalam alur cerita. Elemen ini memberikan momen dramatis yang tak terduga, sehingga membuat pembaca terus ingin tahu tentang kisah yang terjadi selanjutnya. 

Tanpa plot twist, cerita mungkin terasa monoton atau terduga. Tetapi dengan adanya kejutan plot, ketegangan tetap terjaga. 

Hal ini mendorong pembaca agar mengikuti perjalanan cerita dengan antusiasme yang tinggi.

3. Mengubah Perspektif dan Pemahaman

Salah satu kekuatan terbesar dari pembalikan plot adalah kemampuannya untuk mengubah perspektif dan pemahaman pembaca tentang cerita.

Jika kamu menerapkan teknik ini, kamu dapat menciptakan pengalaman membaca yang membingungkan, memikat, dan membuat pembaca terus memikirkannya bahkan setelah kisah berakhir.

4. Mencegah Klise dan Kejadian Terduga

Pernahkan kamu merasa bosan dengan cerita yang terkesan monoton dan mengangkat kisah yang mirip-mirip? Dalam dunia sastra, ada bahaya menjadi klise atau terduga. 

Plot twist adalah senjata terbaik untuk menghindari hal tersebut. Pembalikan plot memberikan kejutan yang segar dan tidak terduga kepada pembaca. Jadi, kamu dapat menghindarkan cerita dari jalur yang sudah diprediksi sebelumnya. 

5. Memberikan Kesan yang Tak Terlupakan

Pada akhirnya, plot twist mampu memberikan kesan yang tak terlupakan dalam karya sastra. Momen-momen yang mengejutkan dan tak terduga ini melekat kuat dalam ingatan pembaca. 

Pembalikan plot bisa menjadi topik pembicaraan, menjadi momen yang paling diingat, dan sering menjadi penkamu dari karya yang luar biasa. 

Plot twist menciptakan pengalaman membaca yang menarik, mendalam, dan mengesankan. Bahkan, membuat karya tersebut bertahan dalam ingatan pembaca untuk waktu yang lama.

Jenis Plot Twist

Apakah kamu sudah paham pentingnya plot twist? Jika kamu sering menemukan pembalikan plot dalam cerita, pasti ada beragam jenis yang kamu temui. Nah, supaya kamu semakin paham tentang elemen cerita ini, simak jenis-jenis plot twist di bawah ini!

1. Anagnorisis atau Pengungkapan

Anagnorisis adalah momen saat karakter atau bahkan pembaca menemukan kebenaran yang tersembunyi atau memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Hal ini bisa berupa pengungkapan identitas, motif, atau hubungan yang penting dalam cerita.

2. Discovery

Jenis pembalikan plot yang selanjutnya adalah discovery. Dalam discovery, pembaca akan menemukan pengungkapan objek, informasi, atau kejadian yang mengubah arah cerita. 

Pengungkapan tersebut dapat berupa penemuan barang bukti baru, fakta penting yang terungkap, atau situasi yang tidak terduga yang mengubah pemahaman tentang cerita.

3. Unreliable Narrator

Dalam unreliable narrator, narrator cerita dipresentasikan sebagai sumber informasi utama. Namun, kemudian terungkap bahwa narator tidak dapat dipercaya. 

Kondisi ini mengubah cara pembaca memahami cerita. Sebab, pembaca menyadari bahwa narator mungkin memiliki motif tersembunyi atau pkamungan yang terdistorsi.

4. Non-linear Narrative

Non-linear narrative melibatkan penggunaan struktur cerita yang tidak berurutan secara kronologis. 

Plot twist dalam non-linear narrative bisa berupa pengungkapan bahwa bagian-bagian cerita yang sebelumnya tampak tidak terhubung ternyata saling terkait, atau urutan peristiwa yang diubah secara drastis.

5. Deus ex Machina

Deus ex Machina adalah plot twist yang terjadi ketika sebuah masalah yang sulit dipecahkan atau titik kritis dalam cerita diatasi oleh kejadian atau karakter eksternal yang tiba-tiba muncul. 

Apabila kamu menggunakan jenis pembalikan plot ini, itu bisa menjadi perubahan yang sangat tidak terduga dalam alur cerita yang mengubah segalanya. 

6. Red Herring

Pernahkah kamu merasa tertipu oleh sebuah cerita? Ya, terkadang penulis menggunakan pembalikan plot yang disebut dengan red herring.

Red herring adalah jenis plot twist yang mengarahkan pembaca ke arah yang salah dengan memberikan petunjuk palsu atau informasi yang menyesatkan. Tujuannya untuk menutupi atau mengalihkan perhatian dari plot twist yang sebenarnya.

7. Chekhov’s Gun

Pernahkah kamu membaca cerita di mana sebuah benda yang tampak tidak penting di awal cerita tiba-tiba menjadi kunci penyelesaian masalah di akhir cerita? Jika ya, kamu telah merasakan kejutan dari jenis pembalikan plot yang disebut Chekhov’s Gun dalam penulisan cerita.

Chekhov’s Gun adalah prinsip dalam penulisan cerita yang menyatakan bahwa setiap elemen dalam cerita harus memiliki tujuan atau makna tertentu. 

Plot twist yang terkait dengan Chekhov’s Gun terjadi ketika sebuah objek atau informasi yang disebutkan secara kasual di awal cerita tiba-tiba menjadi penting di bagian selanjutnya.

Contoh Plot Twist

Sebenarnya, ada banyak karya fiksi di Indonesia maupun di dunia, baik novel ataupun film yang menggunakan plot twist. 

Salah satu karya sastra Indonesia yang memberikan kesan mendalam karena pembalikan plot adalah novel karya Buya Hamka yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Bahkan, novel ini juga telah diadaptasi menjadi sebuah film.

Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka mengisahkan tentang pasangan kekasih yang saling mencintai. Namun, mereka dipisahkan karena Hayati dijodohkan dengan seseorang yang lebih kaya.

Selain itu, orang yang dijodohkan tersebut berkedudukan tinggi, berasal dari keluarga yang terhormat, dan berbangsa yang sama dengan Hayati, tidak seperti Zainuddin.

Pembaca mungkin mengharapkan mereka akan mati bersama di kapal, seperti dalam film Titanic, terbawa oleh cinta mereka. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka tidak bersatu. Hayati kemudian meninggal saat dalam perjalanan dari Surabaya ke Padang, tenggelam dalam perjalanan tersebut.

Ringkasan

Ingatlah, plot twist yang efektif tidak hanya tentang kejutan, tetapi juga tentang bagaimana ia memperkuat cerita dan meninggalkan kesan mendalam pada pembaca.

Apakah kamu sudah siap untuk mengguncang pembaca dengan plot twist yang luar biasa? tinggalkan komentar untuk bertukar ide dan pengalaman! Tidak perlu ragu, untuk berbagi artikel ini ke sesama penulis dengan klik share di bawah ini!

Bagikan artikel ini ke teman penulis lain melalui

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Artikel Lainnya

Search
Scroll to Top